Perkuat Keamanan Data, PPATK Luncurkan CSIRT Secara Virtual Bersama Perwakilan BSSN

SUARAHEBAT.CO.ID | JAKARTA -- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) resmi meluncurkan penggunaan Computer Security Incident Response Team (CSIRT), Pelaksanaan launching CSIRT dilakukan secara daring yang diikuti oleh seluruh pegawai PPATK dan disaksikan oleh Kepala, Pejabat serta perwakilan pegawai Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN), Jumat, 16 Juli 2021.

Kepala Pusat Teknologi Informasi (PTI) PPATK, Maimirza dalam laporannya menjelaskan bahwa sebagai pengguna masif teknologi informasi, PPATK senantiasa berupaya meningkatkan keamanan dari berbagai risiko insiden siber yang mungkin terjadi.

“Melalui CSIRT, dapat menjadi bukti dan komitmen PPATK untuk senantiasa meningkatkan keamanan dalam mengantisipasi risiko insiden siber di lingkungan PPATK maupun lingkungan lainnya bersama BSSN guna terciptanya keamanan siber Indonesia yang kuat,” ucap Maimirza.

Dirinya juga berharap dengan diluncurkannya CSIRT dapat memberikan kontribusi positif terhadap kehandalan sistem teknologi informasi PPATK.
“Partisipasi seluruh pegawai dalam mengawasi berbagai kemungkinan insiden siber di lingkungan PPATK sangat dibutuhkan, melalui kanal layanan bantuan yang telah tersedia,” tutupnya.

Kepala BSSN, Hinsa Siburian, dalam Keynote Speech menegaskan bahwa CSIRT merupakan organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanaan siber.

“Orang-orang yang tergabung dalam CSIRT inilah yang akan menjadi garda pelindung ruang siber Indonesia dan menjamin keamanannya dengan baik, sehingga dibutuhkan sinergi dan kolaborasi oleh seluruh pihak terutama terkait dengan peran PPATK sebagai Financial Intelligence Unit yang membutuhkan proteksi data sangat ketat,” ungkapnya.

Kepala BSSN menambahkan bahwa CSIRT merupakan salah satu bagian dari unsur keamanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik yang sedang digalakkan pemerintah. CSIRT memberikan penjaminan kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan data dan informasi.

“Kita tidak pernah tau kapan insiden siber akan terjadi. Dalam hal ini, peran CSIRT adalah sebagai penyediaan pemulihan dari insiden keamanan siber,” jelasnya.

Kepala PPATK, Dian Ediana Rae dalam arahannya mengatakan penerapan teknologi informasi merupakan sebuah peluang yang tidak bisa dilewatkan untuk membantu dan mempercepat proses bisnis dalam menghasilkan produk informasi. “Jika kita mengingat kembali konsepsi dari Peluang selalu diikuti dengan Risiko. Dimana ada peluang yang kita diambil, maka disanalah kita berhadapan dengan risiko yang menyertainya, maka kita harus menyadari bahwa penerapan teknologi informasi akan disertai dengan kemunculan risiko-risiko, diantaranya berupa ancaman terhadap keamanan informasi dan teknologi informasi,” ungkapnya.

“Keamanan sistem teknologi informasi di PPATK merupakan hal yang harus menjadi perhatian Lembaga, termasuk kepedulian dari semua pegawai yang merupakan pengguna atas teknologi informasi setiap harinya,” ucap Kepala PPATK.

CSIRT merupakan program nasional BSSN guna mendorong Instansi/Lembaga/Kementerian/LPNK/Pemda untuk memiliki sebuah tim atau organisasi CSIRT sebagai wadah dan platform penanganan insiden di bidang Teknologi Informasi.(***)

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait