Korban KUHApidana Pasal 268 Ini, Akan Kami Ajukan Pendamping Dari LBH HIMNI

SUARAHEBAT.CO.ID | ROKAN HULU -  Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang beralamat di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten setempat sudah menerima berkas tahap satu kasus tindak Pidana Pasal 268 KUHApidana yang ditangani Polsek Ujungbatu.

Hal ini disampaikan Kasi Intel Kejari Rohul, Ary Supandi SH MH menjawab konfirmasi wartawan Senin (11/10/2022) melalui tulisan pesan WhatsAppnya.

"Sudah kita terima tahap I (berkas perkara), masih  dipelajari Jaksa Penuntut Umum (JPU) berkasnya Bang," tulis Kasi Intel Kejari Rokan Hulu.

Untuk diketahui kasus ini diduga pelaku berinisial MR  Dilaporkandi Polsek Ujungbatu berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) No. LP/B/42/IX/2021/SKPT/POLSEK UJUNG BATU/POLRES ROKAN HULU/POLDA RIAU Tertanggal 15 September 2021. Berdasarkan STPL, MR dilaporkan terkait Tentang Tindak Pidana  KUHPidana Pasal 285.

Yang mana Pasal 285 KUHPidana itu menyatakan: “Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Dalam STPL diterima media ini, pasal 285 KUHApidana.

Korban atau Pelapor bernisial NL, warga Kecamatan Rambah Hilir. Ternyata Istri Orang setelah awak media ini lakukan investigasi. Suaminya bernama Ariston Nduru berdasarkan surat pernyataan yang beredar ditandatangani NL saksi 3 orang, masing-masing berinisial MR (Diduga Pelaku). PM dan AH.

Sesuai dari keterangan korban dalam kasus ini ada dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni di sebuah Kamar disalah satu wisma dan disebuah kafe  di Wilayah Kecamatan Ujungbatu.

Setelah dilaporkan oleh korban, diduga Pelaku MR  sudah diamankan Polsek Ujungbatu. Sayangnya tidak ada pers release atas kasus yang menjadi perhatian tokoh masyarakat Nias di Kabupaten yang berjulukan negeri seribu suluk tersebut, karena korban seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Warga Nias.

"Ya, kasus ini masuk dalam perhatian kita selaku tokoh masyarakat Nias, karena Korban ini perlu pendampingan, kurang bisa berbahasa Indonesia. Untuk itu kita meminta untuk segera tahap dua, sehingga dalam dipersidangan nanti bisa mendapatkan pendampingan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI), kita lagi Koordinasi kepada Pengurus Dewan Daerah (DPD) Riau dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP),' sebut Ketua HIMNI DPC Kabupaten Rokan Hulu Darman Zega didampingi beberapa pengurus lainnya.

Ketua HIMNI DPC Rohul mengatakan, kasus yang menimpa NL, berawal dari Cerita NL sendiri kepada mereka beberapa orang yang menjadi saksi. Saat itu  hari Senin Tanggal 13 September 2021, ada permasalahan keluarganya di rumah mereka di Kecamatan Rambah Hilir yang dihadiri Pelaku.

Setelah selesai masalah itu, yang belum diketahui dari jam berapa, Korban red. dibawa oleh diduga Pelaku hingga sekira Jam 04.00 Wib subuh Selasa tanggal 14 September 2021 nginap di kamar sebuah wisma, didalam kamar itu korban diduga dipaksa oleh pelaku untuk berhubungan badan.

Tidak itu saja, Paginya mereka keluar sekira jam 8.00 wib, kemudian, diduga pelaku membawa lagi  korban di sebuah  kafe, disana juga diduga pelaku memaksa korban untuk melakukan hubungan suami istri, hingga besoknya Rabu Tanggal 15 September 2021, korban ditinggalkan atau di terlantarkan di sebuah warung kopi di Wilayah Desa Pematang Tebing dengan berbagai alasan diduga pelaku terhadap korban.

"Terungkap kasus ini, saat korban ditinggalkan atau ditelantarkan oleh diduga pelaku MR di disebuah Kedai kopi dekat SMK Terpadu Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujungbatu. Saat itu Korban mengakui diduga di setubuhi secara paksa oleh MR di kamar disebuah wisma dan di Sebuah Kafe sehingga langsung dilaporkan di Polsek Ujungbatu," kata Darman Zega.

Darman Zega juga selaku saksi dalam BAP kasus KUHApidana 268 ditangani Polsek Ujungbatu ini sesuai di STPL, meminta adanya SP2HP perkembangan kasus itu Disampaikan kepada korban.

"Kita meminta Polsek Ujungbatu Terbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) diberikan kepada Korban, dan mendesak untuk dilakukan Tahap dua, agar kasus ini bisa terungkap seluruhnya. Kami akan kawal hingga putusan pengadilan," pungkasnya. (Media SHI Group)


Editor Fahrin Waruwu

Komentar Via Facebook :