Diduga Konsultan Lalai Awasi Pekerjaan Semenisasi Di Kecamatan Mandau

SUARAHEBAT.CO.ID | PEKANBARU -- Dalam rangka meningkatkan infrakstrutur jalan, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan melakukan kegiatan pembangunan semenisasi yang dianggarkan melalui APBD Tahun 2021 di Bengkalis.

Pekerjaan ini dilaksanakan oleh CV Karya Maju Jaya di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. Namun disayangkan proyek semenisasi tersebut terkesan dikerjakan asal jadi alias amburadul.

Pekerjaan 3 titik menjadi satu unit ini sangat menjadi sorotan pandangan masyarakat luas, sungguh pun kelihatannya pekerjaan lingkungan di pandang kecil oleh kalangan yang tidak memperhatikan pekerjaan itu, padahal ini sangatlah penting bagi kalangan masyarakat luas untuk sama sama kita perhatikan lingkungan pengawasan pekerjaan apa pun bentuknya di lingkungan kita, terutama yang ada di kecamatan mandau.Minggu(21/11/21)

Seketika seorang pengawas pekerjaan  inisial "R" dari CV titah paduka consultant dikonfirmasi oleh awak media suarahebat.co.id tentang pekerjaan semenisasi tersebut yang berada di mandau :Gg kelapa.Gg Becek. Gg Setia dari 3 titik pekerjaan ini diduga ada indikasi penyimpangan pekerjaan yang bertentangan dengan warga setempat.

Diketahui dalam hal ini sang pengawas dari CV titah paduka consultant melibatkan RW setempat  permasalahannya jalan yang posisinya di tengah itu ujar R selaku pengawas dari CV titah paduka consultant  mengatakan terjadinya posisi jalan  yang menjurus ke hadapan rumah pak RW tersebut karena permintaan RW sendiri dihadapan awak media suarahebat.co.id, bersama media mitra nasional cetak dan online.

Hal ini yang membuat seseorang marah karena yang seharusnya sampai pada titik ujung menjadi tidak sampai ke ujung mal pembatas pekerjaan itu, posisi yang diduga jalan tengah /Gg Becek sehinga dugaan tersebut mengurangin ruas panjang pekerjaan, hal ini juga sang pengawas menutup  diri ketika awak media menanyakan berapa luas panjang volume pekerjaan tersebut.....beliau tidak menjawabnya dan tidak memberikan informasi publikasi tentang pekerjaan tiga titik yang dimaksudkan dari semua gang kelapa, becek, setia, menjadi satu unit dengan angka Rp 511.297.617,-.

Pasalnya berbanding jauh dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) coran beton semenisasi menggunakan coran beton K175, ukuran beton K175 yakni 1 sak semen, 1,5 pasir dan 3 angkong batu seplit dan bukan batu kerikil atau batu sungai. Dan coran itu jadi hanya 4 angkong.

Mirisnya lagi kendati banyaknya kritikan dan tanggapan terkait pelaksanaan proyek semenisasi Gang Kelapa - Gang Becek - Gang Setia diduga pihak konsultan pengawas tidak serius dalam bekerja, lemahnya pengawasan konsultan yang mengakibatkan melencengnya pekerjaan dari rencana anggaran biaya (RAB) serta menelan anggaran APBD Kabupaten Bengkalis setengah miliar lebih tersebut.

"R" konsultan pengawas diduga menghalang-halangi tugas jurnalistik dan melindungi kontraktor pelaksana pasalnya, Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadinya bahwa untuk mencapai coran beton K175 menggunakan batu jenis apa, sementara ini coran beton menggunakan batu sungai, apa masuk dalam kategori beton K175 ,???, Reza konsultan pengawas mempertanyakan "surat tugas dari Pemda atau dinas mana??, Jangan sampai nanti terjadi keributan di lapangan",cetusnya.

Padahal salah satu tugas Konsultan Pengawas adalah memberikan layanan keahlian kepada owner (Pemberi Tugas) dan Tim Pengelola Teknis dalam melaksanakan tugas-tugas koordinasi dan pengendalian seluruh kegiatan teknis pembangunan tahap pelaksanaan konstruksi dan masa pemeliharaan, baik yang menyangkut aspek manajemen maupun teknologi.

Serta meminimalkan kesalahan yang ada di lapangan sehingga dapat mengakibatkan pembongkaran dan pengulangan pekerjaan yang tidak perlu karena kesalahan gambar ataupun mutu pekerjaan yang tidak memenuhi ketentuan.

Sebenarnya ada apa yang tersembunyi di balik semua ini? Sehingga consultant ini tidak mau memaparkan kepada awak Media Suarahebat.co.id informasi, publikasi ini adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh semua pihak dan sangat penting demi keterbukaan informasi publik yang sudah jelas diatur dalam Undang undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, agar kiranya semua tahu informasi publik bukan untuk di tutupin tetapi harus dilakukan dan di laksanakan dengan sesuai ketentuan hukum yang berlaku di negara ini. 

Kami selaku media suara hebat berharap kepada pihak pemerintah terkait di dinas Perkim kabupaten bengkalis khususnya, melalui berita ini agar kiranya dapat mengevaluasi kembali pekerjaan yang ada di kecamatan mandau karena kurangnya pengawasan dalam pelaksanaan untuk setiap pekerjaan khususnya karena jauh dari pantauan masyarakat.*Jumadi/shi

Komentar Via Facebook :