Diduga Oknum Kades Kamangta Tidak Salurkan Dana Desa, Warga Pakai Anggaran Pribadi

Sulut. Minahasa, Suarahebat.co.id - Duduga Anggaran dana Desa Kamangta pembuatan jalan jaga dua serta kapling dari tahun 2017 tidak pernah terealisasi, dana Desa lenyap begitu saja, diduga oknum Kades Hendrik J Regar adalah Kades setempat, di desa Kamangta Kecamatan Tombulu Minahasa, Senin (22/11/2021).

Hebohnya seorang warga Desa Kamangta, lakukan postingan di FB dengan tujuan menuntut janji oknum Kades yang tidak pernah menepati janji kalau jalan tidak pernah terealisasikan. Apa lagi keluarga sementara buatkan jalan dengan anggaran pribadi.

Namun sampai saat ini jalan tersebut belum pernah dibuat oleh oknum Kades Desa Kamangta.

Selain tanah jalan yang dihibahkan ada juga beberapa kapling Keluarga tersebut telah memberikan kapling di Desa Kamangta melalui oknum kades dengan maksud akan buatkan jalan, apa lagi sekarang keluarga sendiri telah membangun sendiri, dana sendiri tidak melalui anggaran dana Desa tuk buat jalan tersebut.

Pasalnya oknum Kades sampai saat ini tidak pernah merealisasikan, diduga anggaran dana Desa tersebut tidak disalurkan.

"Walaupun pemimpin kampung kita ini ingkar janji ke papa saya, semasa papa hidup sampai sekarang oknum kades tidak pernah menepati janjinya, tetapi sesuai pesan dari papa kita kita tetap harus mengejar janji Kumtua (Kades) yang telah mengambil kapling kita papa kita sudah berkorban di kampung kita ini sehingga kapling kita sudah dihibahkan di desa kita Kamangta ini, "terangnya pada awak media, melalui suaminya.

Awak media juga diberi informasi oleh keluarga yang memberi tanah hibah melalui via telpon whatsapp, mengatakan, "Atas dasar perjanjian sebelumnya dengan papa kami dengan oknum kepala Desa yang mana tanah kapling sudah dihibahkan namun tidak dibuatkan jalan sampai sekarang, untuk itu tolong segera tepati janjimu Hukum tua (kepala Desa) kami yang terhormat," sebutnya.

Ini adalah usaha kami pribadi, bukan dari bantuan Desa yang seharusnya adalah hak kami meminta jalan dan atas dasar perjanjian yang ada sebelumnya dengan bapak yaitu orang tua kami atau disebut pihak keluarga kami, "

Jadi tolong segera tepati janjimu kumtua (Kades) yang kami hormati, "

Saya tetap akan menuntut janji pembuatan jalan tersebut yang sudah memakai sebagian kapling kami, dari pada pemimpin desa yang tidak mempunya dedikasi dan tanggung jawab atas apa yang diucapkannya, "katanya.

Saat awak media lakukan konfirmasi kepada kepala Desa Hendrik Regar melalui via whatsapp terkait beberapa pertanyaan awak media kepada Kepala Desa, berdasarkan postingan dari salah satu warga tentang jalan yang sedang dikerjakan sendiri, anggaran sendiri tidak memakai anggaran dana Desa Kamangta Kades mengatakan.

"Okey pak jalan itu akan di buat tapi dana blm ada mungkin minggu depan, "jawab Kades.

Dari salah satu keluarga Jemz Jefan, yang membuat jalan lorong dengan anggaran sendiri di desa Kamangta mengatakan.

"Di tahun 2017 orang tua kami membangun dan orang tua kami memberikan beberapa kapling ke kumtua (Kepala Desa) tersebut, dengan maksud agar dipercepat untuk buat jalan lingkar yang sudah dijanjikan oleh oknum Kades dan ini bukan menyuapnya, "sebut J Jefan.

Tambahnya lagi, "Padahal oknum kades Kamangta sudah janji kepada orang tua kami akan buatkan jalan, pada waktu itu di tahun 2018, sampai tahun 2021 ini tidak pernah direalisasikan janji dari pada oknum kades, lantas dikemanakan anggaran dana Desa tersebut, "terangnya.

J Jefan pun menjawab, "Sesuai informasi ke kami, jalan kita ini akan dibuat jalan paving blok namun sampai saat ini tidak pernah terealisasi informasi juga saya dengar anggaran jalan kita sampai 500 juta, "imbuhnya.

Katanya lagi, "Di tahun 2019 orang tua kami berikan tanah kapling ke desa ini melalui kades setempat, berdasarkan informasi warga kepada kami bahwa kapling yang diberikan orang tua itu bukan dihibahkan itu dijual ke desa melalui kades. Berbeda dengan apa yang orang tua kami katakan orang tua kami katakan beberapa kapling hanya dihibahkan di Desa melalui Kades Yoan Rega Kumtua (Kades) Kamangta. Kami saksi yang dengar langsung apa yang dikatakan warga sekitar bahwa itu tanah hanya dihibahkan, "jelas J Jefan.

Salah satu kepala lingkungan juga mengatakan bahwa ini harus dikerjakan oleh pemerintah desa kalau tidak dikerjakan aparat desa bisa saja masuk atau terjerat, ini yang dikatakan oknum kepala lingkungan inisial HW, "jelasnya.

Sekarang kami sedang bangun jalan ini melalui anggaran kami sendiri dana pribadi, padahal jalan inilah yang dijanjikan oleh Kades Yoan Rega, anggaran kami sekarang sudah makan anggaran 30 juta rupiah. Ketika saya sedang bangun maka datanglah kepala lingkungan mengatakan ke kita jalan yang sedang saya buat akan diteruskan oleh pemerintah desa namun saya katakan tidak karena kami sudah keluarkan anggaran tuk buat jalan ini, "tutur J Jefan.

Kami buat jalan ini demi kepentingan orang banyak bukan kepentingan sendiri dan memang jalan dilorong kita orang tua juga yang keluarkan anggaran untuk pengecoran jalan dilorong kita, sekarang untuk jalan linglar kami sudah memulai pembangunannya, "Katanya.

Salah satu warga sekitar Yus Worotikan juga ketika ditanya awak media mengatakan, "Memang anggarannya sudah ada sampai saat ini belum dibuatkan jalan tersebut, saya dengar ke orang tua (almarhum) mereka dengan kumtua (Kades) pernah pernah berjani tuk buatkan jalan dengan Kades pernah bilang akan buat jalan lingkar itu sudah beberapa bulan lalu kades sudah pernah katakan, "tuturnya.

Begitupun, yang dikatakan salah satu warga sekitar tentang hal yang sama, "Nanti sudah ada pekerjaan baru pemerintah desa mau datang untuk membuat jalan padahalkan anggaran sudah dikeluarkan pihak keluarga bukan dari dana desa, "ujar Stenly Tulangow.

Warga desa Kamangta juga keluhkan Pelayanan kades tersebut yang tidak baik ke masyarakat terkait pelayanan oknum kades.

FmW

Komentar Via Facebook :